AS-Iran Memanas: Militer AS Siap Serang Iran, Paling Cepat Sabtu

Militer AS dilaporkan siap melakukan serangan terhadap Iran paling cepat akhir pekan ini, namun keputusan akhirnya masih menunggu pertimbangan Presiden Trump.

The Narator

Narator.co – ketegangan AS-Iran semakin meningkat. Militer AS dilaporkan siap melancarkan serangan terhadap Iran paling cepat hari Sabtu, 21 Februari 2026, namun keputusan akhir masih menunggu persetujuan Donald Trump.

Beberapa langkah yang telah diambil oleh AS termasuk mengerahkan armada militer di sekitar perairan Iran, dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln.

Pentagon juga telah memindahkan beberapa personel AS dari Timur Tengah sebagai protokol pra-aksi standar.

Iran sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk mempertahankan negara jika diserang, dan telah mengintensifkan diplomasi regional untuk memperkuat posisinya.

Sementara itu, Iran mengingatkan bahwa mereka tidak akan ragu untuk melakukan pembalasan jika diserang.

Situasi ini membuat ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat, dan dunia internasional terus memantau perkembangan situasi ini.

Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Rabu (18/2/2026), Trump memberikan peringatan keras.

“Jika Iran tidak mau membuat kesepakatan, AS mungkin harus menggunakan pangkalan di Diego Garcia dan Fairford untuk menghancurkan potensi serangan dari rezim Iran yang tidak stabil dan berbahaya,” demikian pernyataan Trump.

Ini menunjukkan bahwa AS siap mengambil tindakan jika Iran tidak kooperatif, dan pangkalan-pangkalan tersebut akan menjadi titik kunci untuk operasi militer.

Meksipun demikian, diplomasi masih berlangsung dan upaya untuk mencapai kesepakatan antara AS dan Iran masih terus dilakukan.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dilaporkan berencana mengunjungi Israel dalam waktu sekitar dua minggu untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Iran telah memperingatkan bahwa mereka akan melakukan pembalasan jika terjadi serangan.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebelumnya telah mengingatkan mengirim kapal induk adalah demonstrasi kekuatan, tetapi menenggelamkannya akan menjadi demonstrasi kemampuan militer.

Salah satu penasihat Trump seperti dikutip dari Axios, Jumat (20/02/2026), mengungkapkan bahwa Presiden mulai kehilangan kesabaran.

Trump mulai merasa jengah dengan progres negosiasi yang belum menemukan titik terang.

“Beberapa orang di sekitarnya memperingatkannya agar tidak berperang dengan Iran, tetapi saya pikir ada peluang 90 persen kita akan melihat tindakan kinetik dalam beberapa minggu ke depan,” ujar penasihat tersebut. (Kay)

Bagikan

Artikel Terkait

More