Tangerang, Narator.co – Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 tidak sekadar menjadi ajang menguji keterampilan murid vokasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kompetisi, pemberian beasiswa, hingga pembinaan berkelanjutan bagi talenta terbaik Indonesia agar siap memasuki dunia kerja maupun bersaing di tingkat internasional.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, menegaskan bahwa LKS memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta tanpa membedakan asal daerah maupun latar belakang.
“Selama beberapa hari ini mengerjakan yang sama dengan standar yang sama. Tidak ada soal-soal untuk anak-anak yang dari kota, yang dari desa. Semua mengerjakan hal yang sama,” ujar Suharti di PPSDM Kemendikdasmen, Tangerang, Jumat (2/8).
Menurut Suharti, nilai utama LKS bukan hanya kompetisi, tetapi juga jejaring yang terbangun antarpeserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia berharap hubungan yang terjalin selama kompetisi dapat menjadi modal kolaborasi di masa depan.
“Jangan lupa untuk saling kontak dengan teman dari provinsi lain. Bisa jadi dalam beberapa tahun ke depan kalian bisa menjadi mitra kerja atau bahkan mitra usaha. Jaringan yang kalian bangun di sini akan bertahan jauh lebih lama daripada medali yang kalian bawa pulang,” katanya.
Kemendikdasmen, lanjut Suharti, akan terus memperkuat pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Para peserta terbaik juga akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebagai persiapan mengikuti kompetisi keterampilan di tingkat regional maupun internasional.
Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronika Irene Herdjiono, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan LKS Dikmen 2026 mencatat peningkatan partisipasi yang signifikan.
Tahun ini, lebih dari 9.000 murid mengikuti seleksi dari seluruh Indonesia, meningkat lebih dari 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 7.000 peserta.
“Tahun 2026 ini sejumlah 9.000 lebih peserta dari seluruh Indonesia. Hal ini mengalami peningkatan 27 persen lebih karena tahun 2025 ada 7.000 peserta dan tahun 2026 sebesar 9.000 peserta. Untuk finalis yang datang di tingkat nasional adalah 1.121 dari 36 provinsi dan SILN,” jelas Irene.
Selain meningkat dari sisi jumlah peserta, LKS Dikmen 2026 juga diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi.
Kompetisi tahun ini menghadirkan ekshibisi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) serta dukungan berbagai mitra dalam bentuk penyelenggaraan lomba, pemberian beasiswa, dan apresiasi bagi para juara.
“Kontribusi dari mitra sangat luar biasa. Bentuk apresiasi yang disediakan selain dari Kemendikdasmen juga dukungan dari para mitra di antaranya adalah pemberian beasiswa bagi yang juara. Ini menunjukkan bahwa jaminan keberlanjutan bagi para juara ini sudah sangat terjamin,” ujar Irene.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu kekuatan utama penyelenggaraan LKS Dikmen 2026.
Dukungan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi tidak hanya memperkaya pengalaman belajar peserta selama kompetisi, tetapi juga membuka peluang pengembangan karier melalui pembinaan berkelanjutan dan akses beasiswa.
Pada LKS Dikmen Tingkat Nasional 2026, Provinsi Jawa Timur berhasil meraih predikat juara umum berdasarkan perolehan medali terbanyak dari seluruh cabang lomba.
Namun, lebih dari sekadar menghasilkan para juara, LKS menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, dan berbagai mitra, Kemendikdasmen berharap semakin banyak talenta vokasi Indonesia yang tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional. (***)




