Profil Johanis Emil Hengkeng Pilat, S.Sos., M.M.: Dari Balik Kemudi Menuju Puncak Birokrasi Sangihe

Perjalanan karier Johanis Emil Hengkeng Pilat, S.Sos., M.M. menjadi salah satu potret perjalanan panjang seorang aparatur yang meniti pengabdian dari bawah hingga dipercaya menduduki posisi strategis dalam pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

NARATOR.CO – Perjalanan karier Johanis Emil Hengkeng Pilat, S.Sos., M.M. menjadi salah satu potret perjalanan panjang seorang aparatur yang meniti pengabdian dari bawah hingga dipercaya menduduki posisi strategis dalam pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Johanis bukan sosok yang mengenal jalan pintas dalam membangun karier birokrasi. Jejak pengabdiannya ditempa melalui pengalaman lapangan, loyalitas, ketekunan dan proses panjang dalam menjalankan berbagai tugas pemerintahan.


Berangkat dari keluarga besar di Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Johanis tumbuh dengan nilai-nilai pengabdian yang kuat. Ia juga disebut sebagai salah satu keturunan dari Raja Bataha Santiago, figur yang memiliki tempat penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Sangihe.


Nilai keberanian, tanggung jawab dan semangat mengabdi menjadi bagian dari perjalanan hidupnya hingga kemudian membawa Johanis masuk dalam dunia pemerintahan.


Mengawali Karier dari Balik Kemudi
Tidak banyak yang mengetahui bahwa perjalanan birokrasi Johanis Emil Hengkeng Pilat pernah dimulai dari pekerjaan sederhana sebagai tenaga honorer.
Pada era kepemimpinan Bupati Winsulangi Salindeho, Johanis muda dipercaya mengemudikan kendaraan operasional Camat di Kantor Kecamatan Tabukan Tengah.


Dari balik kemudi kendaraan operasional itulah ia mengenal lebih dekat dinamika pelayanan pemerintahan dan kehidupan masyarakat di wilayah kecamatan.


Pekerjaan tersebut dijalani dengan penuh tanggung jawab. Ketekunan dan loyalitas yang ditunjukkannya kemudian menjadi bagian dari proses hingga dirinya berhasil mengikuti seleksi dan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Sejak saat itu, perjalanan karier Johanis terus bergerak secara bertahap.


Ia dipercaya mengisi sejumlah posisi staf dan jabatan struktural sebelum kemudian mendapat amanah pada sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.


Menapaki Berbagai Jabatan Strategis
Dalam perjalanan kariernya, Johanis pernah dipercaya sebagai Kepala Bagian Administrasi Ekonomi Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pada posisi tersebut, ia terlibat dalam urusan pemerintahan yang berkaitan dengan sektor ekonomi daerah serta berbagai kebutuhan strategis pemerintahan di wilayah kepulauan.


Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kepala Dinas Perhubungan Daerah Sangihe. Posisi ini memberinya pengalaman dalam menangani sektor transportasi dan konektivitas antarpulau yang menjadi salah satu tantangan utama daerah kepulauan.


Johanis selanjutnya dipercaya memimpin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, dengan tugas yang berkaitan dengan penguatan literasi, pengelolaan arsip pemerintahan dan pelayanan informasi kepada masyarakat.


Pada awal 2025, ia kembali mendapat kepercayaan sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah.


Dalam jabatan tersebut, Johanis ikut mengawal berbagai agenda pendidikan dan kebudayaan, termasuk suksesnya pelaksanaan agenda budaya adat Tulude 2025.


Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ketika ia dipercaya sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe.


Sebagai Asisten I, ruang lingkup tugasnya semakin luas, mencakup koordinasi bidang pemerintahan, hukum, kewilayahan kecamatan serta berbagai program kesejahteraan masyarakat, termasuk penanganan stunting.


Dipercaya Menjadi Sekda
Puncak perjalanan karier birokrasi Johanis Emil Hengkeng Pilat kemudian tiba ketika dirinya dipercaya menduduki jabatan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Juni 2026.


Kepercayaan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Sebagai Sekda, ia berada pada posisi strategis dalam membantu kepala daerah mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat.


Pada 4 September 2026, Johanis kembali dikukuhkan melalui perpanjangan masa jabatan sebagai Penjabat Sekda oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari.


Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman yang dibangun dari berbagai lini pemerintahan akhirnya bermuara pada kepercayaan untuk mengemban salah satu jabatan tertinggi dalam struktur birokrasi pemerintah daerah.


“Jabatan adalah amanah. Perjalanan panjang dari bawah mengajarkan bahwa setiap tugas, sekecil apa pun, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab karena dari sanalah kepercayaan dibangun,” demikian pesan yang merefleksikan perjalanan pengabdian Johanis.


Pengabdian yang Berakar dari Keluarga
Perjalanan Johanis juga tidak terlepas dari lingkungan keluarga besar Pilat yang memiliki rekam jejak dalam pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat Sangihe.


Salah satunya adalah Drs. Bernard Pilat atau Ben Pilat, birokrat purnabakti yang pernah dipercaya sebagai Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kepulauan Sangihe.


Sementara itu, Aristarkus S. Pilat dipercaya menduduki posisi sebagai Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Sangihe. Jejak keluarga tersebut juga terlihat melalui Claucia Lady Margareth Pilat yang berkiprah di lembaga legislatif daerah.


Di balik perjalanan karier Johanis, terdapat pula peran keluarga yang terus memberikan dukungan. Sang istri disebut setia mendampingi perjalanan pengabdiannya sejak masa-masa awal hingga dirinya dipercaya berada di posisi strategis pemerintahan daerah.


Kini, setelah melewati perjalanan panjang dari tenaga honorer hingga menduduki posisi Sekretaris Daerah, Johanis Emil Hengkeng Pilat membawa pengalaman tersebut sebagai bekal untuk menjalankan amanah yang lebih besar.


Kisahnya menjadi gambaran bahwa perjalanan menuju puncak birokrasi tidak selalu dimulai dari ruang kerja yang megah. Ada proses panjang, kerja keras, pengalaman lapangan dan kepercayaan yang dibangun sedikit demi sedikit.


Dari balik kemudi kendaraan operasional kecamatan hingga berada di puncak birokrasi Kabupaten Kepulauan Sangihe, perjalanan Johanis menjadi potret tentang arti sebuah pengabdian: dimulai dari bawah, ditempa oleh pengalaman, dan berujung pada amanah yang lebih besar untuk masyarakat.( Jay)

Bagikan

Baca Lainnya

More

Rekomendasi untuk anda

More StoriesToday

Promo Spesial Agustus, Honda Tawarkan Diskon Jasa hingga 17 Persen

Manado, Narator.co -- Memeriahkan bulan kemerdekaan Republik Indonesia, PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) selaku Main Dealer...