Bukan Sekadar Pilih Ketua-Wakil Ketua OSIS, SMAN 1 Siau Timur Hadirkan “Mini Pemilu” di Sekolah

SMA Negeri 1 Siau Timur menggelar “Mini Pemilu” dalam pemilihan Ketua-Wakil Ketua OSIS 2026–2027, lengkap dengan penjaringan, debat, kampanye, dan pemungutan suara.

Sitaro, Narator.co — Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Siau Timur periode 2026–2027 tahun ini berlangsung dengan cara yang berbeda. Tidak sekadar menjadi agenda untuk memilih pemimpin organisasi siswa, proses pemilihan dikemas menyerupai tahapan pemilihan umum dalam sebuah “mini pemilu” di lingkungan sekolah.

Salah satu tahapan yang menjadi sorotan adalah pelaksanaan Debat Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang digelar Jumat (11/9/2026).

Debat diikuti oleh tiga pasangan calon yang sebelumnya telah melewati serangkaian proses penjaringan dan seleksi.

Pelaksanaan dengan konsep tersebut menjadi catatan baru bagi SMA Negeri 1 Siau Timur, sekaligus menjadi pengalaman pertama bagi warga sekolah dalam mengikuti proses pemilihan OSIS yang dirancang lebih terstruktur dan demokratis.

Jika sebelumnya pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dapat dipandang sebatas proses menentukan siapa yang akan memimpin organisasi siswa, kali ini prosesnya dibuat lebih panjang.

Para siswa tidak langsung dihadapkan pada pilihan, tetapi terlebih dahulu diberi kesempatan untuk mengenal para calon, mengetahui visi dan misi, menguji gagasan, serta melihat kemampuan mereka dalam menjawab persoalan.

Tahapan pemilihan bahkan dimulai dari 19 kelas yang mengusulkan calon. Usulan tersebut kemudian melalui proses seleksi wawancara dan pencabutan nomor urut.

Dari proses tersebut, akhirnya diperoleh tiga pasangan calon dengan nomor urut sebagai berikut:

  • Pasangan nomor urut 1: Mesias R. Zachawerus dan Agnes Ayu A. Putri Rorong
  • Pasangan nomor urut 2: Efraim M. Alfian dan Ferruchio M. Pudihang
  • Pasangan nomor urut 3: Easterlita V.J Dumat – Jeylicha Queen Dirangga.

Dalam tahapan debat, ketiga pasangan calon menyampaikan visi dan misi, kemudian mengikuti sesi pertanyaan dan tanggapan, studi kasus, hingga closing statement.

Rangkaian tersebut menjadikan pemilihan OSIS kali ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses.

Siswa belajar bahwa memilih seorang pemimpin membutuhkan pertimbangan terhadap gagasan, program, kemampuan, karakter, dan integritas calon.

Debat tersebut menghadirkan tiga panelis, yakni Kepala SMA Negeri 1 Siau Timur Kristianus Lasander, Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Kepulauan Sitaro Frismar Siramba, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Grave T. E. Matantu.

panelis debat ketua osis sma negeri 1 siau timur
Panelis Debat Pasangan Calon Ketua-Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Siau Timur. Foto: Andra/Narator

Menjadi Ruang Belajar Demokrasi

Dalam sambutannya usai debat, Kepala SMA Negeri 1 Siau Timur Kristianus Lasander mengatakan, rangkaian tahapan pemilihan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah mempersiapkan peserta didik menjadi calon-calon pemimpin di masa depan.

Proses pemilihan OSIS, menurutnya, dapat menjadi sarana bagi siswa untuk belajar mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi sejak berada di bangku sekolah.

“Lembaga pendidikan SMAN 1 Siau Timur mencoba untuk memberikan edukasi kepada peserta didik yang nantinya akan menghadapi kancah demokrasi di kemudian hari,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi keberanian para siswa yang bersedia menyatakan diri sebagai calon pemimpin di lingkungan sekolah.

“Kalian telah berani menyatakan diri sebagai calon pemimpin kepada teman-teman kalian di lembaga pendidikan ini,” katanya.

Dengan demikian, “mini pemilu” di SMAN 1 Siau Timur tidak hanya menjadi simulasi pemilihan, tetapi juga menjadi laboratorium demokrasi.

Para siswa memperoleh pengalaman langsung tentang bagaimana proses demokrasi berlangsung, mulai dari penjaringan calon, seleksi, penyampaian gagasan, debat, hingga menentukan pilihan.

KPU Sitaro: Pendidikan Politik dari Sekolah

Rangkaian pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Siau Timur turut mendapat perhatian dari KPU Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Kegiatan tersebut dinilai memiliki nilai penting sebagai bagian dari pendidikan politik bagi peserta didik.

Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Sitaro, Frismar Siramba mengatakan, pihaknya mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman demokrasi secara langsung kepada siswa.

“KPU sangat mendukung kegiatan ini karena kegiatan ini sangat penting untuk pendidikan politik. Dalam kegiatan ini, kita mengisi prinsip pemilu: langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.,” jelas Frismar.

Ia juga mengajak para siswa untuk turut mengawasi seluruh tahapan pemilihan OSIS agar proses demokrasi di sekolah berjalan dengan baik.

“Jadilah pengawas dalam tahapan proses OSIS ini supaya benar-benar yang terpilih lahir dari proses demokrasi yang baik,” ujar Frismar.

Dukungan tersebut menunjukkan bahwa pemilihan OSIS dapat menjadi ruang strategis untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda.

Sekolah menjadi tempat pertama bagi siswa untuk memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang mencoblos, tetapi juga mengenai proses yang transparan, kesempatan yang setara, adu gagasan, serta penghormatan terhadap pilihan bersama.

Kepemimpinan Dimulai dari Diri Sendiri

Konsep pemilihan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Grave T. E Matantu.

Ia mengaku bangga melihat keberanian para siswa mengambil bagian dalam proses kepemimpinan di sekolah.

“Saya bangga. Keberanian anak-anak sekalian menunjukkan kepemimpinan sejati. Kepemimpinan dimulai dari diri sendiri,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan. Para siswa tetap didorong untuk memberikan kontribusi, baik terpilih maupun tidak.

“Teruslah berkarya bukan hanya saat jadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS, tetapi berkarya saat tidak menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya karakter dan integritas dalam kehidupan sehari-hari. “Apa pun yang adik-adik lakukan di setiap saat menunjukkan karakter dan integritas adik-adik sekalian. Kalian luar biasa,” tutup Matantu.

Dari Sekolah untuk Demokrasi Indonesia

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Siau Timur periode 2026–2027 lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan organisasi siswa.

“Mini pemilu” ini menjadi pengalaman nyata bagi peserta didik untuk belajar berdemokrasi sejak dini.

Mereka tidak hanya belajar bagaimana memilih pemimpin, tetapi juga bagaimana menjadi calon pemimpin, menyampaikan gagasan, menghadapi perbedaan pandangan, menerima hasil, dan tetap berkarya setelah proses pemilihan selesai.

osis sma neger 1 siau timur
Para siswa saat mendengarkan visi-misi paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Siau Timur. Foto: Andra/Narator

Antusiasme siswa juga terlihat dalam menyambut tahapan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Para siswa menunjukkan ketertarikan untuk menggunakan hak pilih mereka setelah mengikuti rangkaian proses, termasuk debat dan penyampaian visi-misi para pasangan calon.

Saat ditanya mengenai pilihan mereka, seorang siswa memilih untuk menjaga kerahasiaan pilihannya.

“Pilihan saya rahasia,” ungkapnya singkat.

Sementara itu, siswa lainnya secara terbuka mengungkapkan dukungannya kepada pasangan calon yang di dalamnya terdapat teman sekelasnya.

“Mereka teman sekelas saya,” ujarnya.

Tiga pasangan calon selanjutnya akan melanjutkan tahapan kaampanye sebelum menuju pemungutan suara pada 18 September mendatang.

Siapa pun yang nantinya terpilih diharapkan mampu membawa OSIS SMA Negeri 1 Siau Timur menjadi organisasi yang lebih aktif, kreatif, dan menjadi wadah pengembangan potensi seluruh siswa.

Lebih dari sekadar memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS, proses ini menjadi langkah kecil dari sekolah untuk mempersiapkan generasi yang memahami, mengalami, dan menjalankan demokrasi. (Sandra Refli Medawo)

Bagikan

Baca Lainnya

More

Rekomendasi untuk anda

More StoriesToday

OJK Tetapkan 1.277 Sanksi, Total Denda Pelanggaran Capai Rp327 Miliar

Manado, Narator.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di sektor Pasar Modal...