Talaud, Narator.co – Presiden Prabowo ke Miangas, pulau terluar Indonesia yang terletak di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu, (9/5/2026).
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo menjanjikan percepatan pembangunan infrastruktur dasar, mulai dari layanan kesehatan hingga penguatan ekonomi nelayan.
Kunjungan ini dilakukan tak lama setelah Prabowo menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina.
Ia menyoroti kedekatan geografis Miangas dengan negara tetangga tersebut.
“Saya datang untuk melihat langsung keadaan di Miangas. Ternyata cukup dekat dari Filipina,” kata Prabowo di hadapan warga.
Dalam agenda kunjungan, Presiden meninjau SMKN 2 Talaud dan puskesmas setempat. Ia mengungkapkan fasilitas kesehatan di wilayah itu belum mengalami pembenahan sejak lama.
Pemerintah, kata dia, akan mempercepat perbaikan puskesmas di seluruh Indonesia.
“Sejak lama belum diperbaiki. Kita akan perbaiki semua puskesmas segera,” ujar Prabowo.
Sejumlah menteri turut mendampingi, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Di sektor kelautan, pemerintah akan menyalurkan bantuan kapal ikan berkapasitas 15 gross tonnage (GT). Selain itu, pembangunan desa nelayan terpadu direncanakan dimulai bulan depan.
Fasilitas yang disiapkan meliputi gudang pendingin, pabrik es, hingga stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan.
Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 desa nelayan secara nasional hingga Desember 2026.
Ia berharap Miangas dapat menjadi salah satu lokasi pengembangan dalam waktu dekat.
“Kita mulai bulan depan, kira-kira lima bulan sudah bisa jadi desa nelayan yang cukup baik,” kata dia.
Selain itu, pemerintah juga menjanjikan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak serta penguatan jaringan komunikasi. Akses internet berbasis satelit akan diperluas untuk menjangkau wilayah terpencil.
Di akhir kunjungan, Presiden sempat berbaur dengan warga. Ia memimpin nyanyian lagu daerah dan nasional bersama masyarakat setempat. (*)



