Perwakilan tetap China, Fu Cong, mengkritik naskah resolusi yang masih samar. “Naskah tersebut seharusnya menjelaskan secara rinci struktur, komposisi, mandat, dan kriteria keikutsertaan mereka, serta isu-isu lainnya,” ujar Fu Cong.
Sementara itu, respon keras datang dari kelompok militan di Gaza, Hamas, terhadap resolusi yang DK PBB adopsi.
Melansir Reuters, Rabu (19/11/2025), Hamas menolak pelucutan senjata oleh ISF. Kelompok militan itu menegaskan perjuangannya melawan Israel sah.
Kelompok tersebut menilai pasukan internasional “melucuti kelompok perlawanan, menghilangkan netralitasnya dan menjadikannya pihak yang terlibat dalam konflik untuk kepentingan pendudukan.”
“Resolusi tersebut memberlakukan sebuah mekanisme perwakilan internasional atas Jalur Gaza, yang ditolak oleh rakyat kami dan seluruh faksi,” demikian pernyataan Hamas.
Penolakan ini disinyalir dapat memicu konfrontasi antara Hamas dan pasukan internasional di bawah pimpinan AS.


