MANADO, Narator.com – Setelah pelaksanaan Legal Coaching Clinic, ALSA LC Unsrat mengemas kegiatan di hari kedua dengan lebih menarik, yakni ALSA Care.
Event tersebut adalah bentuk implementasi dari materi yang dijabarkan saat seminar interaktif di hari pertama.
Berlokasi di Kompi Senapan A Yonif 712, Tateli, Minahasa, kegiatan ini memuat tiga sesi menarik.
Ketiga sesia tersebut yakni Healing Workshop “Art for The Mind”, Mind Talk (talkshow interaktif) dan Campaign Challenge.
Wakil Ketua panitia, Nicklaus Tamo menjelaskan peserta diajak menggambarkan emosi atau perasaan terpendam melalui lukisan atau journaling.
“Setelah melukis, pemateri dari Psikologi Buana menjelaskan emosi-emosi terpendam apa saja yang bisa dilihat dari lukisan yang dibuat peserta ALSA Care,” kata Nicklaus.
Menurutnya hal itu menjadi semakin menarik karena mampu mewakili gejolak emosi dan keresahan dari Generasi Z.
“Ini bukan sekadar program kerja, tapi wujud nyata kepedulian kita mahasiswa akan maraknya isu kesehatan mental di kalangan generasi muda,” ungkap Nicklaus.
Campaign Challenge menutup kegiatan ini dengan peserta membuat video kampanye positif tentang bagaimana memperhatikan mental health.
Nicklaus pun berharap kegiatan ini menjadi ikon positif bagi anak-anak muda yang terlibat.
“Semoga peserta dapat lebih bebas menggambarkan emosi mereka, baik melalui karya seni atau tulisan serta cara-cara positif lainnya,” tutupnya. (Mhr)


