Catatan Prestasi EDS Unima 2025: Dari Grand Final KDMI Hingga Octofinal NUDC

Anggota EDS Unima konsisten mewakili Unima dalam NUDC dan KDMI tingkat nasional. Tahun ini, perwakilan Unima melaju ke babak grand final KDMI dan Octofinal NUDC.

The Narator

NARATOR.CO English Debating Society Universitas Negeri Manado (EDS Unima) menorehkan capaian penting pada dua kompetisi debat mahasiswa paling bergensi di Tanah Air, Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2025 dan National University Debating Championship (NUDC) 2025.

Kedua ajang itu digelar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, pada 20–25 Oktober 2025.

Enam anggota EDS Unima menjadi delegasi kampus. Stevana Manopo dan Christian Tendean turun dalam NUDC, sementara Hessel Zakharia Paparang dan Kyara Sint Mokodompis mewakili Unima di KDMI.

Selain itu, Unima juga mengirimkan perwakilan adjudicator: Felicia Imbar pada NUDC dan Andrit Dien pada KDMI.

Coach Jenerio Mokalu mendampingi seluruh tim sepanjang latihan, persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Hasilnya, tim Unima berhasil meraih juara 3 dalam ajang KDMI dan masuk 16 besar pada NUDC.

Perjalanan Menuju KDMI dan NUDC Tingkat Nasional 2025

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC) 2025 adalah dua kompetisi mahasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) setiap tahun.

KDMI dilakukan dalam bahasa Indonesia, sedangkan NUDC dalam bahasa Inggris. Format debat menggunakan British Parliamentary Style (BPS) dengan seleksi secara berjenjang, mulai dari lebel universitas, regional dan nasional.

Pada KDMI nasional 2025, pasangan Hessel dan Kyara berhasil melaju ke babak Grand Final untuk kategori Pratama.

Di Partai puncak, tim Unima berhadapan dengan delegasi dari Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan dan Universitas Negeri Padang.

Sementara itu, di ajang NUDC, tim Unima kembali menunjukkan konsistensi dengan masuk 16 besar kategori terbuka dari sekitar hampir 200 peserta yang berasal dari 96 Perguruan Tinggi di Indonesia.

Torehan ini memperpanjang catatan lima tahun berturut-turut anggota EDS Unima sebagai wakil wilayah LLDIKTI 16. Di level NUDC regional LLDIKTI sebelumnya, tim Unima berhasil menyabet medali perak.

Pelatihan Sistematis, Dukungan Kampus, Organisasi dan Alumni Jadi Kunci Konsistensi Prestasi

Coach EDS Unima, Jenerio Mokalu, mengatakan prestasi kali ini merupakan akumulasi dari sistem pelatihan organisasi dalam beberapa tahun terakhir.

“Ada dua aspek yang dijadikan indikator dalam pelatihan yaitu Lingkungan Organisasi yang inklusif (Environment) dan Budaya Pembelajaran Kompetitif (Merit-Based). Dua aspek ini menjadi indikator performa yang dirancang dalam kurikulum latihan kepada para trainee (peserta latihan) EDS UNIMA,” ujar Jenerio, Senin (17/11/2025).

Menurut Jenerio, metode pelatihan itu membuat anggota EDS Unima telah turun di lebih dari 75 kompetisi debat regional, nasional, hingga internasional.

“Tentu saja, framework ini ditunjang oleh stakeholder penting meliputi tim pelatih yang direkrut berdasarkan pengalaman mereka kemudian pengurus eksekutif organisasi yang bekerja bersama pimpinan universitas, serta dukungan para alumni,” sambung dia.

Ia menyebut, tim Unima merupakan tim yang kompetitif dan mampu bersaing dengan tim-tim terbaik di level nasional.

“Dari persaingan tahun 2025 di tingkat nasional, tim debat UNIMA dapat melaju sampai ke babak Perdelapan Final Kategori Terbuka NUDC dan Grandfinal Kategori Pratama KDMI. Di posisi tingkat nasional, EDS UNIMA secara progresif bersaing dengan tim-tim terbaik nasional,” jelas dia.

Dari aspek kompetisi, lanjut Rio, target EDS UNIMA kedepan adalan “meraih juara kategori novice atau pratama di tingkat nasional pada KDMI serta menembus ajang World Universities Debating Championship (WUDC).”

“Selain itu, dari aspek kualitas debat anggota, targetnya adalah membangun proliferasi debat UNIMA secara progresif dengan secara rutin mengadakan liga debat universitas,” tandasnya.

eds unima kdmi
Perwakilan Unima dalam grand final Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) yang digelar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dok. Unsoed

Sementara itu, Presiden EDS Unima, Stevana Manopo, menuturkan bahwa ia dan para perwakilan mahasiswa Unima sangat bangga dapat mewakili universitas dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.

Stevana, yang turun sebagai debater dalam NUDC 2025, mengaku senang karena anggota EDS dalam beberapa tahun terakhir konsisten menjadi perwakilan wilayah LLDIKTI 16 dan melaju ke level nasional.

“Tahun ini kami berhasil masuk dalam 32 tim terbaik kategori terbuka dan melaju hingga babak octofinal,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

eds unima nudc 2025
Perwakilan Unima, Stevana Manopo dan Christian Tendean saat tampil dalam NUDC tingkat nasional 2025. Foto: SC Youtube Unsoed/Narator

“Untuk KDMI kami baru saja berhasil ke tingkat nasional tahun 2024 dan pada tahun ini kami berhasil untuk lolos ke nasional dan masuk ke 16 tim terbaik kategori pemula, juga membawa nama baik UNIMA dan masuk ke babak grand final kategori pratama serta membawa pulang piala beserta medali sebagai juara 3,” sambungnya.

Raihan prestasi ini, kata Stevana, menandakan bahwa EDS UNIMA bukan hanya bisa mempertahankan prestasinya namun juga berkembang menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu.

Stevana menegaskan bahwa dukungan kampus memegang peran vital terhadap keberlangsungan kegiatan organisasi serta keikutsertaan EDS Unima di berbagai kompetisi. “Dukungan dari pihak kampus sangat menunjang kegiatan kami,” ujar Stevana.

Baru-baru ini, Rektorat Unima bersama pimpinan fakultas juga memberikan sokongan besar terhadap pelaksanaan Liga Debat Unima, mulai dari perizinan, penyediaan dana kegiatan, hingga mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif.

Menurutnya, atensi yang baik dari pihak dalam mendukung kegiatan pengembangan mahasiswa menjadi respon yang baik untuk prestasi mahasiwa ke depannya.

“Kami berharap euforia ini tetap bertahan dan menjadi batu pijakan kami untuk terus memberikan wadah bagi mahasiswa UNIMA dalam mengembangkan penalaran kritis,” ujarnya.

Bergabung dengan EDS Unima

EDS Unima secara resmi berdiri sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa pada tahun 2011 silam.

Selama lebih dari 10 tahun ini, organisasi ini telah menyumbang segudang prestasi bagi kampus dalam keikutsertaan dalam kompetisi level regional, nasional dan internasional.

Stevana menjelaskan, EDS Unima terbuka bagi mahasiswa Unima yang ingin bergabung dengan organisasi.

Untuk bergabung, mahasiswa harus memenuhi sejumlah syarat: merupakan mahasiswa aktif semester 1 atau 3, bersedia mengikuti pelatihan Basic Debate Training (BEAT), serta siap mengikuti kompetisi debat yang direkomendasikan pembina.

“Dan syarat yang terakhir untuk bergabung di EDS UNIMA adalah harus mempunyai keinginan dan semangat untuk terus belajar dan berkembang bersama-sama di EDS UNIMA,” tutup Stevana.

Bagikan

Artikel Terkait

More