Mengenal Viktor Takarasel, Figur Muda yang Bertarung di Pilkades Lesabe 1 Sangihe

Mengenal Sosok Figur Calon Kepala Desa Muda

Sangihe, Narator.co – Pemilihan Kapitalaung (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, tidak hanya menghadirkan figur berpengalaman. Sejumlah calon muda juga tampil membawa gagasan baru untuk membangun desa.

Salah satunya Viktor Takarasel, calon Kapitalaung Lesabe 1, Kecamatan Tabukan Selatan. Pria kelahiran Manalu, 21 April 1997, ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Keputusan Viktor maju dalam kontestasi Pilkades dilandasi keinginan mengubah cara pandang terhadap desa. Menurutnya, desa seharusnya tidak hanya menjadi tempat kembali ketika seseorang memasuki usia pensiun, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertumbuh.

“Banyak orang melihat desa sebagai tempat yang jauh, terasing, bahkan baru dibutuhkan ketika menginjak usia pensiun dengan istilah ‘mo ba tua di kampung’. Saya ingin desa bukan hanya menjadi tempat pulang yang nyaman bagi para perantau, tetapi tempat untuk bertumbuh yang sehat bagi masyarakat,” kata Viktor, Rabu (7/10/2026).

Menurut dia, desa juga harus menjadi tempat pertama bagi anak-anak dalam membangun masa depan dan mewujudkan cita-cita.

“Dan yang paling penting, desa harus menjadi tempat pertama setiap anak membangun mimpi,” ujarnya.

Baca Juga

Dalam Pilkades Lesabe 1 yang diikuti dua calon, Viktor mengaku optimistis menghadapi persaingan. Ia menilai peluang masing-masing kandidat masih terbuka.

“Untuk peluang tentunya, karena hanya dua calon, saya masih menganggap 50:50. Namun tetap optimistis karena dengan personal branding yang ada tentunya bisa mendorong elektabilitas sampai hari H pemilihan,” katanya.

Jika dipercaya masyarakat, Viktor membawa visi menjadikan Lesabe 1 sebagai desa yang beriman, rukun, setara, mandiri, sehat, cerdas, berdaya saing dan adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah memperkuat sumber daya manusia, ekonomi lokal, ketahanan pangan, pelayanan kesehatan, air bersih, lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan desa.

Viktor menyadari keterbatasan anggaran desa menjadi tantangan dalam merealisasikan berbagai program. Karena itu, ia menilai kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci.

“Dengan dana yang minim, hal yang paling realistis untuk dilakukan adalah membangun kolaborasi dengan semua pihak guna peningkatan SDM. Dari momentum itu, sekiranya akan terbuka peluang untuk mengakses berbagai peluang pekerjaan, peluang bisnis, informasi-informasi, serta CSR yang bisa dimaksimalkan lewat kolaborasi tersebut,” jelasnya.

Ia juga berkomitmen menerapkan ukuran yang jelas dalam setiap program apabila terpilih. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak cukup hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi harus memiliki target dan indikator yang terukur.

“Setiap tahun saya bisa mengukur berapa persen angka keberhasilan. Karena saya akan menerapkan program yang SMART, yaitu Spesifik, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound. Saya kira setiap pemimpin harus punya goals yang SMART agar tahu ke mana desa yang dipimpin akan berjalan,” pungkasnya

Bagikan

Baca Lainnya

More

Rekomendasi untuk anda

More StoriesToday

“

Sudah Berlaku! OJK Terbitkan Peraturan Tentang Pemegang Saham Bursa Efek

Manado, Narator.co -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13 Tahun 2026...