Narator.co – Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Operasi gabungan AS-Israel ini menargetkan sejumlah lokasi strategis di kota Teheran serta fasilitas militer di berbagai wilayah Iran.
Ledakan dilaporkan terdengar di ibu kota Teheran dan di berbagai wilayah lainnya di negara tersebut.
Ledakan meluas ke wilayah utara Teheran dan meluas ke berbagai daerah lain, termasuk Provinsi Ilam di bagian barat Iran.
The Guardian melaporkan, 24 dari 31 provinsi di Iran terkena dampak dalam serangan gabungan AS-Israel tersebut.
Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dalam keterangan resmi, Sabtu (28/02/2026), menyatakan operasi militer yang diberi nama “Operasi raungan singa” ini bertujuan untuk menggulingkan rezim yang berkuasa di Iran.
“Israel dan Amerika Serikat memulai sebuah kampanye (militer) bersama, Operasi Raungan Singa. Tujuan operasi ini adalah untuk mengakhiri ancaman dari rezim Ayatollah di Iran,” ungkap Netanyahu.
Dalam operasi ini, lanjut Netanyahu, pasukannya menyerang sejumlah target, termasuk fasilitas Garda Revolusi dan lokasi-lokasi rudal balistik yang mengancam Israel maupun pasukan AS.
Dia menekankan, operasi ini akan berlanjut selama diperlukan. “Selama 47 tahun, rezim jahat di Iran telah menyerukan kematian bagi Israel, kematian bagi Amerika,” ungkap Netanyahu.
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump membenarkan keterlibatan AS dalam operasi militer ke Iran.
Trump mengatakan, tujuan AS dalam operasi ini adalah untuk melindungi kepentingan AS dari rezim yang berkuasa di Iran.
“Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan segera menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” ujar Trump.
Trump menjelaskan, rezim yang berkuasa di Iran selama ini telah menjadi “sponsor terorisme” dan baru-baru ini membunuh ribuan rakyatnya yang melakukan aksi protes di jalanan.
Namun, AS, kata Trump, tidak bisa mentolerir senjata nuklir Iran yang sedang dikembangkan Iran.
Ia menuduh Iran terus berupaya mengembangkan senjata nuklir meskipun sudah berkali‑kali diperingatkan bahwa hal itu tidak dapat diterima.
“Mereka menolak setiap kesempatan untuk meninggalkan ambisi nuklirnya, dan kami tidak bisa lagi mentolerirnya,” tegas Trump.
Serangan Balasan Iran atas Operasi Militer AS-Israel
Diserang Israel dan AS, Iran meluncurkan serangan balik lewat rudal dan drone. Militer Iran menyerang wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan.
AL Jazeera melaporkan, serangan Iran menyasar wilayah utara Israel. Ledakan mengguncang wilayah tersebut yang direspons Israel dengan mengaktifkan sistem pertahanan udaranya.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah negara Arab Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat, yakni Qatar, Kuwait, United Arab Emirates, dan Bahrain.
Teheran dilaporkan telah melancarkan serangan yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer di negara-negara tersebut, termasuk Al Udeid Air Base di Qatar serta markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, merespon serangan AS-Israel ke Iran, yang diklaimnya tidak mengenai target.
Melansir NBC News, Minggu (01/03/2026), Araghchi menjelaskan, meskipun kehilangan beberapa pemimpin militer, keadaan di Iran masih terkendali dan Iran dapat merespons dengan melakukan serangan balasan.
“Dalam waktu kurang dari dua jam, kami berhasil melakukan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan militer AS serta beberapa sasaran di Israel menggunakan rudal kami,” ujarnya. (Andra)


