Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia yang diperingati setiap tanggal 2 Februari, dilaksanakan kegiatan penanaman 100 bibit mangrove di wilayah pesisir Dusun Dapuluhe, Kampung Bira, Kepulauan Sangihe.
Kegiatan ini diinisiasi oleh SMP Negeri SATAP Bira sebagai bagian dari kegiatan co-kurikuler siswa kelas 7–9, dengan mengusung tema “Mangrove Care.”
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga diajak untuk memahami secara langsung pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
Untuk memperkuat kegiatan ini, pihak sekolah juga mengundang serta melibatkan partisipasi dari Burung Indonesia dan GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Sangihe.
Kampung Bira, Inisiatif Masyarakat dan Kolaborasi untuk Menjaga Lingkungan Pesisir
Kolaborasi antar lembaga yang ada menjadi bentuk nyata dari kerja bersama dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap perlindungan ekosistem pesisir, sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan berbagai keanekaragaman hayati yang bergantung pada kawasan mangrove. Kegiatan ini memberikan kesan yang sangat positif.
Kampung Bira sendiri merupakan desa dampingan Burung Indonesia, dan dalam beberapa waktu terakhir mulai terlihat tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan pesisir mereka.

Bahkan beberapa inisiatif datang dari masyarakat sendiri sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang mereka hadapi.
Harapannya, 100 mangrove yang telah ditanam ini tidak hanya berhenti sebagai simbol kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dapat dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat, siswa, dan semua pihak yang terlibat.
Menanam Mangrove untuk Kehidupan Sekarang dan di Masa Depan
Mangrove yang tumbuh dengan baik akan menjadi pelindung alami pesisir serta habitat penting bagi berbagai biota laut.
Hal ini menjadi semakin penting mengingat sekitar 15 keluarga di wilayah ini telah terdampak abrasi pantai.
Oleh karena itu, kegiatan penanaman mangrove ini juga membawa harapan bagi masyarakat pesisir untuk memperkuat perlindungan wilayah mereka.

Bagi keluarga yang menggantungkan hidup dari hasil laut, keberadaan mangrove bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan kehidupan dan masa depan mereka.
Melalui langkah kecil ini, diharapkan kesadaran kolektif untuk menjaga kawasan pesisir dapat terus tumbuh, sehingga ekosistem mangrove di Kampung Bira dapat menjadi warisan lingkungan yang tetap terjaga bagi generasi yang akan datang. (Marvio Pantas)


