Pemkab Sitaro Gandeng Kejaksaan Kawal Penyaluran Bantuan Bencana

Ikuti Kami
G o o g l e News

Sitaro, Narator.co – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) memperkuat penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayahnya dengan menggandeng Kejaksaan Negeri Sitaro dalam pengawalan penyaluran bantuan darurat kepada warga terdampak.

Penyaluran bantuan logistik yang difasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro tersebut diserahkan langsung oleh Plt Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Sitaro, Anang Suhartono, di Kantor Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Jumat (19/6/2026).

Kehadiran unsur pimpinan daerah dan aparat penegak hukum ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan kejaksaan dalam memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara transparan, tepat sasaran, serta terhindar dari potensi penyimpangan.

Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana, termasuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi.

“Pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan setiap masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan perhatian, penanganan, dan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Heronimus.

Di hadapan warga, Heronimus menegaskan bahwa penanganan bencana serta bantuan yang diberikan harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa hambatan.

“Kami juga memastikan penanganan dan bantuan dapat tersalurkan dengan baik serta tepat sasaran,” tandas Heronimus.

Dalam pelaksanaannya, keterlibatan Kejaksaan Negeri Sitaro diharapkan dapat memperkuat tata kelola respons kemanusiaan sekaligus meminimalisir potensi penyimpangan dalam penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat.

Sementara itu, penyaluran bantuan dilakukan melalui BPBD Sitaro tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan esensial warga selama masa pemulihan pascabencana, sekaligus membantu meringankan beban masyarakat terdampak.

Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi geografis Sitaro yang merupakan wilayah kepulauan dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, hujan lebat yang memicu longsor, hingga gelombang pasang.

Pemerintah daerah juga secara resmi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang masih dapat terjadi di wilayah kepulauan. (***)

Editor: Sandra Refli Medawo

Bagikan

Baca Lainnya

More

Rekomendasi untuk anda