Pelabuhan Nusantara  Tahuna Direnovasi , Pelabuhan Lipang Dibiarkan ?

Dua pelabuhan yang digenjot UPP Tahuna

NARATOR.CO – Aktivitas tambat kapal di Pelabuhan Nusantara Tahuna kembali dilayani sepenuhnya mulai Jumat (17/7/2026), setelah sebelumnya dialihkan ke Pelabuhan Petta selama pelaksanaan rehabilitasi fasilitas pelabuhan.

Pengembalian aktivitas ini menjadi bagian dari upaya Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna dalam menjaga kelancaran pelayanan transportasi laut sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur pelabuhan.

Plt. Kepala KUPP Kelas II Tahuna, Melfried Palanewen, mengatakan keputusan mengembalikan aktivitas tambat kapal diambil setelah KM Logistik Nusantara 06 menyelesaikan proses bongkar muat di Pelabuhan Tahuna.

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, KM Logistik Nusantara 06 telah selesai melaksanakan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tahuna. Dengan demikian, aktivitas tambat kapal dikembalikan sepenuhnya ke Pelabuhan Tahuna mulai 17 Juli 2026,” ujar Melfried.

Ia menjelaskan, rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna terus dikebut menggunakan anggaran DIPA yang telah diusulkan sebelumnya. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 30 Desember 2026.

“Kami menargetkan proyek ini selesai sampai 30 Desember 2026. Kami juga menghimbau kepada seluruh penumpang, selama masa renovasi apabila diperlukan pengalihan aktivitas selama sekitar 20 hari, maka pelayanan akan kembali dialihkan ke Pelabuhan Petta. Masyarakat juga diminta memperhatikan rambu-rambu yang berlaku di area pelabuhan demi keselamatan bersama,” jelasnya.

Di tengah percepatan rehabilitasi Pelabuhan Tahuna, muncul harapan dari masyarakat di wilayah kepulauan terluar agar perhatian terhadap pembangunan infrastruktur pelabuhan juga diberikan secara merata. Warga Pulau Matutuang menilai kondisi dermaga di daerah mereka telah lama mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan.

Salah seorang warga Lipang , Jamaludin Pangurisang, berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi pelabuhan yang menjadi akses utama mobilitas masyarakat.

“Pelabuhan kami sudah bertahun-tahun rusak parah. Kami sudah terlalu lama menunggu. Pelabuhan rusak parah, dan kami kesulitan ke Tahuna. Kami hanya ingin didengar dan dibantu,” kata Jamaludin.

Harapan tersebut menjadi masukan bagi pemerintah agar pembangunan infrastruktur transportasi laut tidak hanya berfokus pada pelabuhan utama, tetapi juga menjangkau pelabuhan-pelabuhan di wilayah kepulauan terluar. Dengan pemerataan pembangunan, akses transportasi masyarakat di seluruh Kabupaten Kepulauan Sangihe diharapkan semakin aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Bagikan

Baca Lainnya

More

Rekomendasi untuk anda

More StoriesToday

Keir Starmer mundur

Keir Starmer Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris dan Pemimpin Partai...

Narator.co – Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mundur dari jabatan sebagai Perdana Menteri Inggris dan...