
NARATOR.CO – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tahuna, Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, M.Tr.Hanla., CRMP, menegaskan pentingnya memperkuat kesiapsiagaan pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan seiring dengan terus bertambahnya kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut.
Hal tersebut disampaikan Hadi Subandi usai memimpin rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Angkatan Laut di Mako Lanal Tahuna, Kamis (10/9/2026).
Menurut Hadi, tantangan pertahanan ke depan semakin kompleks. Ancaman tidak lagi hanya berbentuk konvensional dengan penggunaan kekuatan fisik dan persenjataan, tetapi telah berkembang ke berbagai bentuk ancaman lainnya.
“Tantangan ke depan sangat berat. Sekarang kita sudah masuk masa perang hibrida, jadi tidak konvensional seperti dahulu. Serangan tidak hanya menggunakan kekuatan fisik dan persenjataan, tetapi juga bisa melalui serangan psikologis, siber dan lain-lain,” ujar Hadi.
Ia mengatakan, TNI AL terus meningkatkan kemampuan personel sekaligus memperkuat alutsista untuk menghadapi berbagai potensi ancaman, khususnya dalam menjaga wilayah perairan Indonesia.
Dalam beberapa waktu terakhir, kekuatan alutsista TNI AL terus mengalami penambahan. Selain kapal perang yang telah memperkuat armada, TNI AL juga mempersiapkan personel untuk mengawaki kapal perang baru.
Hadi mengungkapkan, salah satu personel Lanal Tahuna, Serda Adg Riko, saat ini tengah mengikuti pelatihan sebagai calon pengawak kapal perang baru.
“Ada satu personel dari Lanal Tahuna yang saat ini sedang melaksanakan latihan untuk pengawakan atau calon pengawak KRI tersebut. Sebelum menempati kapal, tentunya akan mengikuti pelatihan,” jelasnya.
Di sisi lain, Hadi menegaskan bahwa tugas Lanal Tahuna tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga membantu masyarakat ketika terjadi bencana.
Terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, ia mengapresiasi sinergi TNI-Polri, pemerintah, masyarakat dan relawan dalam upaya penanganan kebakaran.
Menurutnya, kepedulian terhadap kondisi masyarakat menjadi salah satu alasan pelaksanaan peringatan HUT ke-81 TNI AL di Tahuna digelar secara sederhana.
“Kita harus berempati karena banyak wilayah di Indonesia sedang mengalami musibah, utamanya kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu kegiatan kita laksanakan secara sederhana dengan Apel Siaga dan Syukuran,” katanya.
Hadi menjelaskan, dalam masa damai TNI juga memiliki tugas melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk membantu penanggulangan bencana alam.
“Seperti pada saat terjadi karhutla di Sangihe, kita bersama TNI-Polri, masyarakat dan para relawan bersinergi dan bersatu padu untuk memadamkan api,” ujarnya.
Selain penanganan bencana, Lanal Tahuna terus meningkatkan pengawasan terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum maupun aktivitas ilegal di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Hadi mengakui luasnya wilayah laut Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi aparat dalam melakukan pengawasan secara menyeluruh.
Karena itu, ia meminta dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di wilayah perairan.
“Wilayah perairan Indonesia sangat luas sehingga belum bisa kita cover secara keseluruhan. Karena itu kami mengimbau stakeholder dan masyarakat sebagai rekan kerja kami di lapangan untuk memberikan informasi,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi masyarakat yang selama ini aktif memberikan informasi kepada aparat. Informasi tersebut dinilai penting untuk membantu aparat mengambil langkah yang tepat, termasuk dalam proses penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran hukum di laut.
Dengan penguatan alutsista, peningkatan kemampuan personel serta dukungan masyarakat, Lanal Tahuna menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan wilayah perairan, terutama kawasan perbatasan Indonesia bagian utara.



