Narator.co – Universitas Negeri Manado (UNIMA) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) resmi menandatangani kerja sama atau Memorandum of Agreement (MoA) terkait pendampingan pendirian Fakultas Kedokteran di UNIMA.
Ini menjadi langkah strategis penguatan kolaborasi di bidang pembelajaran, pembinaan, pengembangan, dan pelatihan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan tri darma perguruan tinggi, khususnya mendukung pendirian Fakultas Kedokteran di UNIMA.
Penandatanganan MoA dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026) di Ruang Rektor Lantai 7 Gedung Rektorat UB, Malang.
Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama UNIMA, Lenny Evinita, bersama Dekan FK UB, Wisnu Barlianto.
Penandatanganan MoA disaksikan langsung Rektor UNIMA, Joseph Kambey, serta Rektor Universitas Brawijaya, Widodo.
Melalui perjanjian ini, kedua institusi sepakat memperkuat sinergi di berbagai aspek pengembangan pendidikan kedokteran.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya UNIMA menyiapkan pembentukan Fakultas Kedokteran yang berkualitas dan sesuai standar nasional.
Dalam implementasinya, FK UB akan memberikan pendampingan pada sejumlah aspek strategis.
Di antaranya persiapan operasional fakultas, peningkatan kapasitas dan sertifikasi sumber daya manusia, hingga pelatihan penyusunan kurikulum serta dokumen kurikulum pendidikan kedokteran.
Selain itu, pendampingan juga mencakup pengembangan bahan ajar, metode asesmen pendidikan kedokteran, dan pelatihan sistem penjaminan mutu internal yang akan diterapkan di Fakultas Kedokteran UNIMA.
Usai penandatanganan MoA, pihak Unima menyatakan kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam mengembangkan pendidikan kedokteran di lingkungan kampus.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan Pendidikan Kedokteran di Universitas Negeri Manado,” demikian pernyataan Unima melalui akun media sosialnya, Rabu (11/03/2026).
Sementara itu, Dekan FK UB, Wisnu Barlianto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan komitmen FK UB dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran di berbagai daerah di Indonesia.
“FK UB berkomitmen membagi pengalaman dan praktik dalam pengelolaan pendidikan kedokteran. Melalui pendampingan ini, kami berharap Unima mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran yang berkualitas dan berstandar nasional,” ujar Wisnu, dalam siaran pers resmi Universitas Brawijaya.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada proses pendirian fakultas, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan jangka panjang antara UB dan UNIMA.
Dengan kolaborasi tersebut, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan di tingkat nasional. (Abner)



