Sangihe, Narator.co – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berencana menetapkan status tanggap darurat bencana setelah gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Senin (8/6/2026).
Langkah ini disiapkan untuk mempercepat penanganan dampak bencana dan membuka akses bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
“Pemda akan menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, kepada wartawan di Tahuna, Senin (8/6/2026).
Menurut Wandu, status tanggap darurat menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk mengerahkan sumber daya, personel, serta anggaran dalam penanganan dampak gempa.
Data sementara BPBD menunjukkan Kecamatan Kepulauan Marore menjadi wilayah yang mengalami dampak paling besar.
Hingga Senin sore, sedikitnya 69 unit rumah dan fasilitas umum dilaporkan rusak akibat guncangan gempa.
“Baru dari Marore sudah sekitar 69 unit rumah dan fasilitas umum yang rusak. Belum termasuk wilayah lain di Pulau Sangihe,” ujarnya.
BPBD masih melakukan pendataan dan verifikasi di sejumlah kecamatan lain. Jumlah bangunan yang rusak diperkirakan bertambah seiring masuknya laporan dari lapangan.
“Kalau seluruh data sudah masuk, kemungkinan jumlah bangunan yang rusak bisa mendekati 100 unit,” kata Wandu.
Selain menyiapkan penetapan status tanggap darurat, Pemkab Sangihe bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga berencana meninjau langsung wilayah terdampak di Kecamatan Kepulauan Marore untuk memastikan kondisi masyarakat dan kebutuhan mendesak di lapangan.
Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tahuna guna mempercepat distribusi bantuan dan mobilisasi tim penanganan bencana.
Salah satu opsi yang disiapkan ialah penggunaan Kapal Sabuk Nusantara 109 untuk mengangkut bantuan logistik ke daerah terdampak.
Meski menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah, hingga Senin malam BPBD belum menerima laporan adanya korban jiwa.
“Sampai sekarang belum ada laporan korban jiwa. Kami berharap tidak ada korban. Masyarakat langsung menuju titik-titik evakuasi yang sudah ditetapkan,” tandas Wandu. (***)



