Tondano, Narator.co – Mahasiswa Semester 7 Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Manado (Unima), melaksanakan kunjungan ke Cagar Budaya Rumah Loji yang berlokasi di Kelurahan Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan tugas kelompok mata kuliah Jurnalisme Kepariwisataan Sejarah, Jumat (6/11/26).
Diketahui, Rumah Loji awalnya berdiri di kawasan Kantor Bupati Minahasa sebelum dipindahkan ke Kelurahan Rinegetan pada akhir tahun 1970-an.
Rumah Loji Tondano merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1845–1849.
Pada masanya, bangunan tersebut digunakan sebagai kediaman sekaligus tempat aktivitas pejabat kolonial. Hingga kini, tempat tersebut menjadi salah satu warisan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Minahasa.
Selama kunjungan berlangsung, mahasiswa melakukan pengamatan dan berdiskusi mengenai sejarah, kondisi bangunan, serta upaya pelestarian Rumah Loji bersama Ever Saraun selaku penjaga bangunan tersebut.
Mewakili kelompok, Gloria Tangkudung bersama anggota kelompok lainnya, yakni Imanuel Bororing, Januarius Resubun, dan Miracle Rumondor, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman dan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga warisan sejarah.
“Kami berharap keberadaan Rumah Loji semakin mendapat perhatian sebagai warisan sejarah Minahasa, sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga dan melestarikan cagar budaya.” ungkap Gloria.
Sementara itu, Ever Saraun berharap Rumah Loji semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat di luar daerah.
Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas peran serta bantuannya dalam pemeliharaan bangunan bersejarah tersebut.
“Sejak pandemi Covid-19, jumlah pengunjung mengalami penurunan, terutama wisatawan dari luar daerah. Hingga saat ini, pengunjung yang datang didominasi oleh masyarakat lokal” tuturnya.




