Stories, Narator.co – Pengalaman hidup Amelia Mancino menjadi bukti bahwa keterbatasan dan pengalaman masa lalu tidak harus menentukan masa depan seseorang.
Perempuan asal Ambon tersebut kini menjalani sejumlah peran sekaligus. Selain berstatus sebagai mahasiswi, Amelia bekerja sebagai barista paruh waktu dan menekuni dunia modeling secara freelance.
Perjalanan menuju titik tersebut tidak selalu mudah. Amelia kehilangan ibu kandung ketika usianya baru sekitar dua tahun. Setahun berselang, ia dibawa ke Manado dan kemudian tumbuh bersama sang tante.
Jauh dari orang tua kandung sejak kecil, Amelia tetap merasakan kasih sayang dari keluarga yang membesarkannya. Namun, ia juga pernah menghadapi pengalaman yang membuatnya kehilangan rasa percaya diri.
Warna kulit yang lebih gelap dan rambut ikalnya sempat menjadi alasan Amelia mengalami perundungan ketika masih kecil.
Kehadiran keluarga yang memberikan dukungan dan rasa aman menjadi salah satu kekuatan bagi Amelia untuk melewati pengalaman tersebut. Dari sana, ia belajar menerima dirinya dan tidak membiarkan penilaian orang lain menentukan nilai dirinya.
“Mereka tidak pernah membuat saya merasa berbeda. Justru mereka selalu mengajarkan bahwa saya dicintai dan berharga. Perjalanan hidup saya mengajarkan satu hal yang selalu saya pegang sampai sekarang, yaitu kita tidak dapat memilih bagaimana hidup dimulai, tetapi kita selalu memiliki pilihan untuk menentukan bagaimana kita menjalaninya,” kata Amelia.
Membangun Kembali Kepercayaan Diri
Dunia modeling bukan hal yang benar-benar asing bagi Amelia. Ketertarikannya sudah muncul sejak sekolah dasar ketika ia mengikuti berbagai kegiatan, termasuk fashion show dan lomba menyanyi.
Namun, rasa kurang percaya diri membuatnya sempat menjauh dari dunia tersebut.
Babak baru dimulai pada 2024. Sebuah pertemuan mempertemukannya kembali dengan peluang untuk mengembangkan minat di bidang modeling dan akting.
Amelia kemudian mulai serius mempersiapkan diri. Ia tidak hanya membangun keberanian, tetapi juga berusaha meningkatkan mental, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi persaingan di industri kreatif.
Di tahun yang sama, peluang lain datang ketika Amelia sedang bekerja di sebuah mal di Manado. Dari pertemuan tersebut, ia mendapat kesempatan bekerja sama dengan seorang make-up artist (MUA).
Foto hasil kolaborasi itu kemudian dipublikasikan melalui media sosial dan mendapat respons positif. Apresiasi tersebut perlahan menumbuhkan keyakinan Amelia terhadap kemampuan dirinya.
Pengalaman yang berbeda ia rasakan setelah pindah ke Jakarta. Lingkungan baru membuat karakter dan keunikannya justru mendapat apresiasi dari lebih banyak orang.
“Setelah pindah ke Jakarta, saya mulai merasakan pengalaman yang berbeda. Keunikan saya banyak diapresiasi oleh orang-orang dari berbagai kalangan. Hal tersebut memberikan saya rasa percaya diri dan motivasi untuk terus berkembang dengan tetap membawa ciri khas yang menjadi bagian dari diri saya,” ungkapnya.
Empat Tahun Menabung untuk Kuliah
Perjalanan Amelia tidak berhenti pada dunia modeling. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, ia harus berhadapan dengan persoalan ekonomi keluarga.
Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk rencana bekerja di luar negeri, belum dapat langsung diwujudkan.
Alih-alih menyerah, Amelia memilih bekerja dan menabung. Selama empat tahun, ia mengumpulkan penghasilan hingga akhirnya dapat membiayai kuliahnya sendiri.
“Saya sempat merasa sedih dan iri melihat teman-teman yang bisa melanjutkan pendidikan, sedangkan saya harus langsung bekerja. Namun saya memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Saya menabung dari hasil kerja hingga akhirnya bisa membiayai kuliah sendiri sambil tetap bekerja,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat Amelia memandang setiap kesulitan sebagai bagian dari perjalanan yang harus dilewati.
Ia meyakini bahwa keberhasilan tidak datang dalam waktu yang sama bagi setiap orang. Karena itu, ia memilih tetap berjalan meski harus melalui proses yang lebih panjang.
“Saat berada di titik terendah, saya selalu berpegang pada keyakinan bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Saya percaya setiap orang memiliki titik awal, proses, dan waktunya masing-masing. Kesadaran itulah yang membuat saya memilih untuk terus melangkah dan tidak menyerah,” katanya.
Kuliah Sambil Bekerja
Saat ini, Amelia menjalani aktivitas sebagai mahasiswi sembari bekerja sebagai barista paruh waktu dan freelance model.
Menurutnya, pekerjaan sebagai barista tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga memberinya pengalaman penting dalam membangun kedisiplinan dan kemampuan berkomunikasi.
Berinteraksi dengan pelanggan juga mengajarkannya untuk memberikan pelayanan terbaik dalam setiap kesempatan.
Di luar kesibukan tersebut, Amelia memiliki sejumlah aktivitas yang biasa dilakukan untuk menyegarkan pikiran. Ia menikmati waktu dengan berjalan-jalan di taman, berada di alam, maupun menggambar sambil mendengarkan musik.
Untuk masa depan, Amelia menyimpan sejumlah target. Ia ingin mendapatkan kesempatan bermain dalam film layar lebar dan menjadi brand ambassador untuk merek ternama.
Ia berharap dapat memainkan karakter yang memberikan inspirasi sekaligus membawa pesan-pesan positif kepada masyarakat.
Bagi generasi muda yang sedang berjuang mengejar impian, Amelia berpesan agar tidak menjadikan kondisi masa lalu ataupun keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti.
“Jangan takut untuk memulai dan jangan pernah merasa bahwa latar belakang atau kekurangan yang dimiliki menjadi penghalang untuk meraih impian. Terus belajar, berani mencoba, konsisten dalam berusaha, dan tetap menjadi diri sendiri,” pesannya.
Amelia ingin perjalanan hidupnya kelak tidak hanya menjadi cerita tentang keberhasilan pribadi. Ia berharap dapat dikenal sebagai perempuan yang hangat, rendah hati, mandiri, dan pekerja keras, sekaligus mampu mendorong orang lain untuk kembali percaya pada dirinya sendiri dan berani mengejar apa yang diimpikan. (Lei)




