Diuji Kehidupan Sejak Kecil, Gwen Takaliuang Tetap Lulus dan Raih Prestasi

Ikuti Kami
G o o g l e News

Senyum bahagia terpancar dari wajah Gwen Stevano Takaliuang saat namanya diumumkan sebagai salah satu siswa yang lulus dari SD GMIST Betani Beha, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Tahun Ajaran 2025/2026.

Di balik keberhasilan itu, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah bagi seorang anak seusianya.

Gwen berhasil menuntaskan pendidikan dasar dengan prestasi membanggakan, meraih peringkat keempat dari total 10 siswa di kelasnya. Capaian tersebut menjadi lebih bermakna karena diperoleh di tengah berbagai ujian kehidupan yang telah ia hadapi sejak masih duduk di bangku kelas 3 SD.

Kehilangan Sosok Ibu sejak Usia Dini, Ayah Diuji Cobaan Berat

Sejak usia dini, Gwen harus menerima kenyataan kehilangan sosok ibu. Kehadiran seorang ibu yang biasanya menjadi tempat berbagi kasih sayang dan perhatian tidak lagi ia rasakan.

Dalam perjalanan tumbuh kembangnya, Gwen kemudian mendapatkan penguatan dari neneknya yang turut merawat dan mendampingi dirinya.

Di saat yang hampir bersamaan, sang ayah, Stefen Takaliuang, juga menghadapi cobaan berat setelah mengalami kelumpuhan. Kondisi itu sempat membuat kehidupan keluarga berubah dan menghadirkan rasa khawatir terhadap masa depan pendidikan Gwen.

Stefen mengakui bahwa masa-masa sulit pernah membuat dirinya merasa kehilangan harapan. Namun kecintaan kepada anak menjadi alasan utama untuk tetap bertahan dan terus berjuang.

Baca Juga

“Ada masa saya merasa sangat berat menjalani semuanya. Tetapi melihat Gwen yang masih membutuhkan saya, saya memilih untuk bangkit dan terus berusaha. Saya ingin dia tetap sekolah dan punya masa depan yang lebih baik,” ujar Stefen Takaliuang.

Di Tengah Keterbatasan, Gwen Takaliuang Tetap Semangat Belajar

Meski tumbuh dalam keterbatasan, Gwen dikenal sebagai anak yang tetap bersemangat mengikuti pelajaran dan menjalani aktivitas sekolah seperti teman-temannya. Dukungan keluarga besar menjadi kekuatan yang membuat dirinya terus melangkah.

Menurut Stefen, putranya beberapa kali masih menanyakan keberadaan ibunya. Namun keluarga berusaha memberikan penguatan agar Gwen tetap tumbuh dengan penuh semangat dan tidak kehilangan harapan.

“Saya selalu bilang kepada Gwen bahwa keadaan tidak boleh menghentikan cita-cita. Yang penting tetap belajar dan percaya bahwa masa depan bisa berubah lewat pendidikan,” tambah Stefen.

Kini, setelah berhasil menuntaskan pendidikan dasar, Gwen bersiap melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 2 Naha di Kecamatan Tabukan Utara.

Acara pelepasan siswa SD GMIST Betani Beha dilaksanakan di Bangsal Gereja Betani Beha dan berlangsung khidmat dengan dihadiri orang tua murid, guru, serta keluarga yang turut menjadi saksi perjalanan para siswa menuju jenjang pendidikan berikutnya. (Jay)

Bagikan

Baca Lainnya

More

Rekomendasi untuk anda