Edukasi, Narator.co – Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Manado (UNIMA), bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah menggelar kegiatan inagurasi dan kuliah umum di Pantai Dua Enam, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Integrasi Nasional Indonesia: Sumpah Pemuda Perspektif Sejarah” tersebut tidak hanya menjadi ajang penyambutan mahasiswa, tetapi juga ruang refleksi untuk memahami kembali nilai-nilai historis Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah, Almen S. Ramaino, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan inagurasi dan kuliah umum.
Dalam sambutannya, Almen menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan berpegang pada nilai-nilai Sumpah Pemuda, yakni satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.
Ia juga mengingatkan bahwa integrasi nasional perlu terus diperkuat melalui pengamalan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bahasa Indonesia, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, berbagai tantangan seperti fanatisme, kesenjangan sosial, korupsi, dan tindakan represif menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama dalam menjaga persatuan bangsa.
Karena itu, Almen berharap mahasiswa dapat memahami makna persatuan, memperkuat identitas kebangsaan, serta membangun solidaritas di tengah keberagaman.
“Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan mahasiswa,” harapnya.
Sementara itu, Ketua HMJ Sejarah, Theogives K. Panguliman, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya mempererat hubungan antarmahasiswa sekaligus membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan dosen di lingkungan Jurusan Pendidikan Sejarah.
Ia mengaku antusias atas terselenggaranya kegiatan tersebut bersama jajaran pengurus HMJ dan seluruh peserta inagurasi.
“Selaku Ketua HMJ Sejarah bersama teman-teman pengurus dan seluruh anggota, khususnya para peserta inagurasi, kami sangat antusias menyambut kegiatan ini. Saya berharap ke depannya teman-teman mahasiswa Jurusan Sejarah tidak hanya berfokus pada proses menuntut ilmu, tetapi juga terus menjaga dan mempererat tali persaudaraan antarmahasiswa,” ungkap Theogives.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah bersama jajaran dosen FISH UNIMA dan diikuti 59 mahasiswa peserta inagurasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda dapat terus diterapkan dalam kehidupan akademik maupun dalam hubungan sosial antarmahasiswa. (Kai)




