NARATOR.CO – Setelah melewati rangkaian seleksi, pemusatan pendidikan dan pelatihan yang penuh disiplin, sebanyak 30 putra-putri terbaik Kabupaten Kepulauan Sangihe akhirnya dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2026.
Pengukuhan berlangsung dalam suasana penuh haru dan khidmat di Ruang Serbaguna Papanuhung Santiago Tahuna, Sabtu (15/08/2026) malam, dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari.
Di balik prosesi tersebut, tersimpan kisah perjuangan dan kebanggaan dari para pelajar yang berhasil melewati setiap tahapan untuk mendapatkan kepercayaan mengemban tugas negara pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satunya adalah Cherry Gloria Anastasia, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Tahuna.
Di hadapan rekan-rekannya dan seluruh tamu undangan, Cherry dipercaya mewakili 30 anggota Paskibraka untuk maju dalam prosesi pengukuhan dan mencium Sang Saka Merah Putih.
Langkah Cherry menuju bendera Merah Putih menjadi salah satu momen paling menggetarkan malam itu.
Dengan penuh keteguhan dan rasa hormat, ia mencium Sang Saka Merah Putih sebagai simbol kesiapan mengemban amanah pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi Cherry, perjalanan hingga sampai pada malam pengukuhan bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Ada kerja keras, disiplin, doa, serta dukungan keluarga yang terus menguatkannya sejak proses seleksi hingga akhirnya dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Sangihe 2026.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayai dan mendampingi saya sejak awal hingga kini,” kata Cherry.
Dukungan terbesar juga datang dari kedua orang tuanya. Sang ayah, Kapolsek Tahuna IPTU Chergly Sarite, mengaku bangga sekaligus bersyukur melihat putrinya mampu melewati seluruh proses seleksi hingga sampai pada tahap pengukuhan.
“Saya selaku ayah dari Cherry merasa sangat bangga dan mengucap syukur kepada Tuhan karena sudah menyertai anak kami hingga bisa mengikuti seleksi anggota Paskibraka Sangihe tahun 2026,” ujar Sarite.
“Semoga di hari pelaksanaan upacara nanti Cherry bisa menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab atas amanat yang sudah dipercayakan kepadanya,” lanjut dia.
Malam pengukuhan menjadi penanda bahwa perjuangan 30 anggota Paskibraka Sangihe belum berakhir. Justru, dari sinilah tanggung jawab besar dimulai.
Mereka bukan hanya akan berdiri di hadapan masyarakat sebagai pasukan pengibar bendera, tetapi juga membawa simbol disiplin, semangat persatuan, nasionalisme, dan kebanggaan daerah di momen sakral peringatan kemerdekaan.
Dengan semangat yang telah ditempa selama masa pendidikan dan pelatihan, 30 putra-putri terbaik Sangihe kini siap memberikan penghormatan terbaik kepada Merah Putih.
Dari langkah kecil menuju bendera, mereka membawa pesan besar: bahwa kemerdekaan harus terus dijaga, dan masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda. (Jay)




