Punya Kontribusi di Level Nasional, 4 Tokoh Muda Sulut Masuk Kepengurusan DPP PIKI 2026-2031

Ikuti Kami
G o o g l e News

Narator.co – Empat tokoh muda asal Sulawesi Utara dipercaya mengisi posisi strategis dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) periode 2026–2031 yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Keempat tokoh tersebut adalah Greysia Polii, Harsen Roy Tampomuri, Jackson A.W. Kumaat, dan Jolene Marie-Cholock Rotinsulu. Mereka menjadi bagian dari jajaran pengurus baru yang dilantik di GPIB Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2026).

Dalam pelantikan DPP PIKI tersebut, turut hadir sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Bakom Pemerintah Muhammad Qodari, Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Manuputty, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.

4 Tokoh Muda Sulut dalam Jajaran DPP PIKI

1. Greysia Polii

Dalam kepengurusan yang baru, Greysia Polii dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PIKI. Atlet bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Medali Emas Asian Games Incheon 2014, serta Medali Emas SEA Games (2007 & 2019) itu dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat, baik di bidang olahraga maupun pengembangan sumber daya manusia.

Saat ini, Greysia memperkuat manajemen olahraga nasional sebagai Anggota Komite Eksekutif di Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) untuk periode 2024–2027.

2. Harsen Roy Tampomuri

Sementara itu, akademisi dan pengamat geopolitik Harsen Roy Tampomuri kembali mendapat kepercayaan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PIKI untuk periode kedua.

Harsen dikenal aktif dalam berbagai forum internasional dan memiliki pengalaman sebagai tenaga ahli di lembaga-lembaga strategis negara.

Baca Juga

Ia merupakan Direktur Eksekutif Center for Geopolitics and Global Studies, Universitas Bung Karno (UBK) yang memiliki rekam jejak di panggung global, seperti pembicara pada 9th China Global Think Tank Innovation Forum 2024 di Beijing yang dihadiri 55 negara serta Global Young Leaders Dialogue (GYLD) Annual Forum 2024.

Di tingkat nasional, Harsen yang memiliki pengalaman sebagai Tenaga Ahli MPR RI dan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden dinobatkan sebagai Tokoh Muda Berdampak oleh Apresiasi PEWARNA Indonesia (API) 2025.

Harsen juga mengakar kuat secara lokal sebagai Anggota Dewan Pakar DPP APDESI 2026–2031 di bawah kepemimpinan Prof. Sufmi Dasco Ahmad.

3. Jackson Kumaat

Posisi Wakil Sekretaris Jenderal juga diisi oleh Jackson A.W. Kumaat.

Tokoh pemuda asal Sulawesi Utara tersebut sebelumnya dikenal sebagai Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara selama dua periode (2012–2020) dan saat ini menjabat Sekretaris Jenderal DPP KNPI.

Kiprahnya di dunia politik dan pergerakan serta pemerintahan membawa kepercayaan besar di tingkat pusat, di mana saat ini ia aktif mengemban tugas negara sebagai Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden.

Jackson juga pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 20 Tokoh Kristiani Nasional oleh Majalah Narwastu pada tahun 2011.

4. Jolene Marie-Cholock Rotinsulu

Adapun Jolene Marie-Cholock Rotinsulu dipercaya menangani bidang yang berkaitan dengan kajian isu-isu global dalam DPP PIKI periode 2026-2031.

Puteri Indonesia Lingkungan 2019 itu memiliki pengalaman dalam berbagai forum internasional yang berfokus pada isu lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Selain menjadi Puteri Lingkungan, ia tercatat menjadi Top 8 Miss International 2019 di Jepang, serta Runner-up I Miss Celebrity 2010.

Di luar industri kreatif dan seni peran layar lebar nasional, Jolene memiliki reputasi kuat dalam diplomasi lingkungan global setelah terpilih menjadi Inspirational Speaker pada forum dunia ‘Global Landscapes Forum (GLF) New York: Restore the Earth 2019′ yang diselenggarakan atas kerja sama dari United Nations Environment Programme (UNEP/PBB) dan CIFOR.

Ketum DPP PIKI Maruarar Sirait: Yang Dibutuhkan adalah Organisasi yang Memberi Dampak

Dalam arahannya kepada para pengurus baru, Maruarar Sirait menegaskan bahwa organisasi intelektual harus mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurut dia, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau rapat yang diselenggarakan, tetapi dari dampak yang dihasilkan bagi publik.

“Organisasi intelektual harus dibangun oleh orang-orang yang punya kapasitas dan integritas. Yang kita lihat adalah kekuatan dan kontribusinya. Yang dibutuhkan bukan organisasi yang sekadar ada, tetapi organisasi yang memberi dampak,” kata Maruarar.

Memperkuat Peran Intelektual Menjadi Aksi Nyata untuk Pembangunan Nasional

Usai pelantikan, jajaran pengurus DPP PIKI menggelar sejumlah pertemuan untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menyusun arah strategis kepengurusan lima tahun ke depan.

Usai rapat pengurus pada 8 Juni 2026, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PIKI Harsen Roy Tampomuri mengatakan organisasi yang lahir pada 19 Desember 1963 tersebut memiliki sejarah panjang dalam mendorong pengembangan pemikiran dan pendidikan di Indonesia.

Ia menyebut para penggagas dan tokoh awal PIKI, seperti Johannes Leimena, J. C. T. Simorangkir, hingga Todung Sutan Gunung Mulia, serta figur sentral seperti Radius Prawiro, Sabam Sirait, Peter Sumbung dan para tokoh lainnya, turut berkontribusi dalam lahirnya sejumlah institusi pendidikan yang memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia nasional.

“Kelompok intelektual ini tidak hanya berteori, tetapi terbukti merangkai sejarah dengan kemudian menjadi motor penggerak lahirnya perguruan tinggi strategis di Indonesia, seperti Universitas Kristen Maranatha di Bandung dan UKI Paulus di Makassar,” jelas Harsen.

Menurut Harsen, tantangan ke depan menuntut organisasi intelektual untuk tidak berhenti pada ruang diskusi dan pertukaran gagasan semata.

“Sebagai bagian dari intelektual muda, kami ingin memastikan bahwa pemikiran-pemikiran strategis di PIKI tidak menjadi menara gading. Komitmen kami jelas: mengonversi ide intelektual menjadi aksi nyata yang menyentuh masyarakat,” tegas Harsen.

“PIKI harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional, sekaligus aktif menyuarakan pesan perdamaian dan kemanusiaan di tingkat global,” tandasnya.

Sinergi para Tokoh Nasional

Dalam menjalankan roda organisasi, Maruarar Sirait didampingi Benyamin Patondok sebagai Sekretaris Jenderal DPP PIKI.

Selain Greysia Polii, posisi Wakil Ketua Umum juga diisi sejumlah tokoh nasional, antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benny Octavianus, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Audy Wuisang, Tony Wenas, serta Abetnego Tarigan.

Masuknya empat tokoh muda asal Sulawesi Utara dalam kepengurusan DPP PIKI dinilai menjadi cerminan semakin besarnya peran generasi muda daerah dalam ruang-ruang strategis tingkat nasional.

Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat kontribusi organisasi dalam menghasilkan gagasan dan program yang berdampak bagi pembangunan Indonesia. (***)

Bagikan

Baca Lainnya

More

Rekomendasi untuk anda