Kredit Bank Tembus Dua Digit, OJK Pastikan Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Manado, Narator.co – Penyaluran kredit perbankan nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif pada Mei 2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan tumbuh 11,51 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp8.065 triliun, dengan pembiayaan investasi menjadi pendorong utama peningkatan tersebut.

Capaian itu menunjukkan fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan baik di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi aktivitas dunia usaha dan pasar keuangan.

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni 2026, pertumbuhan kredit didukung hampir seluruh jenis penggunaan. Kredit investasi menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan 14,74 persen, disusul kredit konsumsi sebesar 8,82 persen, dan kredit modal kerja tumbuh 8,33 persen secara tahunan.

Peningkatan pembiayaan investasi dinilai mencerminkan masih adanya optimisme pelaku usaha dalam melakukan ekspansi bisnis meskipun kondisi ekonomi global belum sepenuhnya pulih.

Di sisi lain, penghimpunan dana masyarakat juga terus meningkat. OJK mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 4,29 persen yoy menjadi sekitar Rp9.073 triliun.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan simpanan dalam bentuk giro dan tabungan, sementara deposito masih mencatatkan pertumbuhan positif.

Likuiditas perbankan juga tetap berada pada level yang memadai. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) maupun Alat Likuid terhadap Dana Non-Core Deposit (AL/NCD) masih jauh di atas ambang batas yang ditetapkan regulator.

Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek tetap terjaga.

Dari sisi kualitas kredit, OJK menilai risiko perbankan masih terkendali. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat berada di kisaran 2 persen, sedangkan NPL net tetap berada di bawah 1 persen.

Angka tersebut menunjukkan kualitas aset industri perbankan nasional masih sehat meskipun menghadapi tantangan ekonomi global.

Sementara itu, tingkat permodalan bank juga masih sangat kuat. Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level sekitar 25 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Modal yang kuat memberikan ruang bagi industri perbankan untuk terus menyalurkan kredit sekaligus menyerap potensi risiko di masa mendatang.

OJK menilai kombinasi pertumbuhan kredit yang tetap tinggi, likuiditas yang memadai, kualitas aset yang terjaga, dan permodalan yang kuat menjadi fondasi penting bagi sektor perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat pengawasan terhadap industri perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit yang berkualitas agar mampu menopang investasi, memperkuat daya saing dunia usaha, dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. (*/Lei)

Bagikan

Baca Lainnya

More

Rekomendasi untuk anda

More StoriesToday

Keir Starmer mundur
“

Keir Starmer Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris dan Pemimpin Partai...

Narator.co – Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mundur dari jabatan...