Sitaro, Narator.co – Sebanyak 1.100 bibit mangrove ditanam serentak di pesisir Kampung Kapeta, Kecamatan Siau Barat Selatan (Sibarsel), Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
Penanaman mangrove ini digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/7/2026) tersebut diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Kepulauan Sitaro bersama PT Len Komunikasi Indonesia (LTI).
Mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan wilayah Sitaro terhadap ancaman abrasi dan gelombang pasang.
Penanaman Bibit Mangrove untuk Keberlanjutan Kehidupan Generasi Mendatang
Kabupaten Kepulauan Sitaro merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari 47 pulau.
Lebih dari 80 persen wilayahnya berupa perairan sehingga kawasan pesisir menjadi salah satu wilayah yang rentan terhadap abrasi, gelombang pasang, dan dampak perubahan iklim.
Dengan kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Sitaro Heronimus Makainas mengatakan penanaman mangrove merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.
“Penanaman pohon hari ini mungkin terlihat sederhana, namun apabila dirawat dengan baik akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan, perekonomian masyarakat, dan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang,” kata Makainas.
Mangrove Jadi Benteng Pesisir Sitaro
Mangrove memiliki fungsi ekologis yang penting. Selain membantu melindungi garis pantai dari hempasan gelombang, kawasan mangrove juga menjadi tempat pemijahan (nursery ground) dan pembesaran berbagai biota laut.
Bagi masyarakat Sitaro yang banyak menggantungkan mata pencaharian dari sektor perikanan tangkap, keberadaan mangrove yang terjaga turut mendukung ketersediaan sumber daya laut dan perekonomian masyarakat.
Oleh karena itu, Makainas menekankan pentingnya gotong royong dan keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Menurutnya, upaya tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman. Ribuan bibit mangrove yang telah ditanam harus dirawat bersama agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
“Semoga setiap pohon yang kita tanam hari ini menjadi warisan hijau bagi anak cucu kita, memperkuat ketahanan pesisir Kabupaten Kepulauan Sitaro, serta menjadi bukti nyata bahwa melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, kita mampu menjaga alam demi masa depan yang lebih baik,” tandas Makainas.
Rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia tersebut ditutup dengan penyerahan bibit mangrove secara simbolis kepada Camat Siau Barat Selatan, Camat Siau Timur Selatan, serta perwakilan wilayah Tagulandang.
Penyerahan bibit itu menjadi penanda dimulainya perluasan gerakan penghijauan pesisir ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Editor: Sandra Medawo




