Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 28,96 Juta, OJK: Minat Investasi Tetap Tinggi

Manado, Narator.co — Minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 28,96 juta Single Investor Identification (SID) hingga akhir Juni 2026, meski pasar saham masih menghadapi tekanan akibat dinamika ekonomi global.

Pertumbuhan jumlah investor tersebut menjadi sinyal bahwa kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi di pasar modal tetap terjaga di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia.

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni 2026, kondisi pasar keuangan global masih dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik, arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara.

Di tengah tantangan tersebut, aktivitas penghimpunan dana di pasar modal Indonesia tetap berjalan positif. Hingga akhir Juni 2026, nilai penawaran umum yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp142 triliun, yang berasal dari berbagai aksi korporasi seperti penawaran umum perdana saham (IPO), penerbitan obligasi, dan instrumen pasar modal lainnya.

Baca Juga: OJK Blokir 557 Ribu Lebih Rekening Penipuan

OJK menilai capaian tersebut menunjukkan pasar modal domestik masih menjadi salah satu sumber pembiayaan penting bagi dunia usaha sekaligus menjadi alternatif investasi yang diminati masyarakat.

Selain itu, regulator juga mencatat masih terdapat puluhan perusahaan yang sedang berada dalam proses penawaran umum. Hal ini menunjukkan pipeline penghimpunan dana di pasar modal tetap terjaga sehingga berpotensi menambah pendalaman pasar keuangan nasional pada paruh kedua 2026.

Di sisi lain, pergerakan IHSG memang masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama terkait kebijakan perdagangan global, arah suku bunga Amerika Serikat, serta perkembangan geopolitik di berbagai kawasan.

Meski demikian, OJK menilai fundamental pasar modal Indonesia tetap kuat. Hal itu didukung kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil, kinerja emiten yang masih positif, serta meningkatnya partisipasi investor ritel dalam beberapa tahun terakhir.

OJK juga terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan pasar modal sebagai sarana investasi jangka panjang.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi, penguatan pelindungan investor, hingga pengawasan terhadap aktivitas perdagangan efek agar berlangsung secara transparan, wajar, dan efisien.

Regulator optimistis pertumbuhan jumlah investor akan terus berlanjut seiring meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai investasi yang legal dan berizin, serta semakin berkembangnya akses layanan investasi berbasis digital.

Dengan jumlah investor yang hampir menyentuh 29 juta SID, OJK menilai pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang semakin kuat untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional sekaligus memperluas basis investor domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global. (*/Lei)

Bagikan

Baca Lainnya

More

Rekomendasi untuk anda

More StoriesToday

Bank SulutGo Jadi Juara Umum PORSEBANK BMPDS 2026, Raih 5 Medali...

Manado, Narator.co -- Bank SulutGo (BSG) sukses mengukir prestasi gemilang dengan keluar sebagai Juara Umum pada Pekan Olahraga...