Narator.co — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Sulawesi Utara pada Mei 2026 sebesar 2,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,10.
Dari seluruh wilayah penghitungan, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 3,27 persen. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,66 persen.
Meski secara tahunan terjadi inflasi, Sulawesi Utara justru mengalami deflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,61 persen dibandingkan April 2026. Adapun inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat sebesar 2,30 persen.
Kepala BPS Sulawesi Utara, Watekhi, mengatakan inflasi Mei 2026 masih berada dalam kondisi terkendali meskipun sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.
“Inflasi tahunan Mei 2026 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, namun secara bulanan justru terjadi deflasi sehingga tekanan harga relatif terkendali,” ujar Watekhi, Selasa (2/6) saat rilis data terbaru BPS.
Menurutnya, inflasi tahunan terutama dipicu kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, antara lain transportasi sebesar 4,41 persen, pendidikan 9,71 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,25 persen.
Sebaliknya, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami penurunan indeks sebesar 1,78 persen.
Secara bulanan, deflasi dipengaruhi oleh turunnya harga cabai rawit dan sejumlah komoditas ikan. BPS mencatat penurunan harga ikan terjadi karena meningkatnya hasil tangkapan nelayan seiring membaiknya kondisi cuaca dibandingkan bulan sebelumnya.
Selain itu, pasokan cabai rawit meningkat akibat musim panen yang berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi, seperti Gorontalo dan Minahasa.
Di sisi lain, Watekhi menyebut kenaikan harga tomat dan tarif angkutan udara menjadi faktor utama pendorong inflasi pada Mei 2026.
“Kenaikan harga tomat dipengaruhi terbatasnya pasokan karena beberapa daerah sentra produksi belum memasuki masa panen. Sementara itu, tarif angkutan udara meningkat akibat penyesuaian surcharge bahan bakar penerbangan,” katanya.
BPS juga mencatat deflasi bulanan terdalam terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 1,39 persen, dengan cabai rawit menjadi komoditas yang paling besar menahan laju inflasi.
Sementara itu, Kota Manado menjadi daerah dengan inflasi tahunan tertinggi di Sulawesi Utara, yakni sebesar 3,27 persen, yang terutama didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara. (Leiden)



