Warisan Pengabdian Hironimus Rompas Makagansa bagi Kepulauan Sangihe

Jejak pengabdian "Pemimpin 1000 Akal" di Tanah Tampungang Lawo, Sangihe .

Ikuti Kami
G o o g l e News

Naratorco – Duka mendalam menyelimuti masyarakat di wilayah perbatasan utara Indonesia setelah kabar wafatnya Drs. Hironimus Rompas Makagansa, M.Si., menyebar luas.

Tokoh yang dikenal sebagai birokrat, politisi, sekaligus pemikir ini menghembuskan napas terakhir di RS Liunkendage Tahuna pada Minggu, 8 Maret 2026, Pukul 09.30 WITA.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Kepulauan Sangihe yang mengenalnya sebagai pemimpin yang berdedikasi dan dekat dengan rakyat.

Hironimus Rompas Makagansa lahir di Kampung Pintareng, Kepulauan Sangihe, pada 5 Juni 1958.

Sejak kecil ia tumbuh dalam lingkungan masyarakat kepulauan yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, budaya lokal, dan semangat pelayanan kepada sesama.

Latar belakang tersebut membentuk karakter pribadinya yang sederhana, tegas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan daerahnya.

Pendidikan tinggi yang ditempuhnya hingga meraih gelar sarjana dan magister di Sulawesi Utara menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya.

Baca Juga

Bekal akademis tersebut membawanya meniti jalan panjang di dunia birokrasi, tempat ia dikenal sebagai sosok aparatur sipil negara yang disiplin, pekerja keras, dan memiliki visi pembangunan yang jelas.

Secara genealogis, Makagansa berasal dari garis keturunan yang terpandang dalam sejarah lokal.

Ia dikenal sebagai salah satu keturunan Raja Bataha Santiago serta berasal dari keluarga Rompas di Kampung Kauhis. Ia juga menikah dengan dr. Rompis yang berasal dari keluarga guru dan guru Injil di Minahasa Utara serta memiliki garis keturunan dari Raja Lasarus.

Perpaduan latar belakang keluarga tersebut turut membentuk karakter kepemimpinannya yang kuat, namun tetap berakar pada nilai-nilai tradisi dan pelayanan.

Dalam perjalanan kariernya sebagai birokrat, Makagansa pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara.

Pada posisi ini ia dikenal memiliki komitmen besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang sering kali sulit dijangkau.

Pengabdiannya kepada daerah kemudian berlanjut ketika ia terpilih sebagai Bupati Kepulauan Sangihe untuk periode 2011–2016.

Selama masa kepemimpinannya, ia berupaya mendorong berbagai program pembangunan yang berfokus pada pemanfaatan potensi daerah kepulauan. Sektor maritim dan pertanian menjadi perhatian utama dalam kebijakan pembangunan yang dijalankannya.

Salah satu langkah strategis yang sempat mendapat perhatian luas adalah pengembangan hilirisasi produk kelapa.

Melalui kebijakan tersebut, Kabupaten Kepulauan Sangihe berhasil mengekspor sabut kelapa ke Tiongkok. Program ini membuka peluang ekonomi baru bagi para petani sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Di luar aktivitas pemerintahan, Makagansa juga dikenal sebagai sosok yang memiliki minat kuat dalam dunia pemikiran dan penulisan.

Ia menuangkan gagasan dan refleksinya dalam buku berjudul Tantangan Pemekaran Daerah. Karya tersebut menjadi kontribusi intelektualnya dalam membahas dinamika otonomi daerah serta tantangan pembangunan wilayah di Indonesia.

Tulisan-tulisan tersebut menunjukkan bahwa Makagansa bukan hanya seorang administrator pemerintahan, tetapi juga pemikir yang memiliki perhatian mendalam terhadap masa depan tata kelola daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Kini, kepergian Hironimus Rompas Makagansa meninggalkan duka sekaligus kenangan mendalam bagi masyarakat Kepulauan Sangihe.

Ia dikenang sebagai tokoh perbatasan yang mengabdikan hidupnya bagi kemajuan daerah, pendidikan masyarakat, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Warisan pengabdian, gagasan, dan keteladanan yang ditinggalkannya akan terus hidup dalam perjalanan sejarah pembangunan Sangihe, menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan perjuangan membangun daerah kepulauan di perbatasan negeri. (Jay)

Bagikan

Baca Lainnya

More

Rekomendasi untuk anda

Datasentris, data terpercaya & pusat informasi anda

Dataset lintas sektoral dalam negeri dan luar negeri