Sitaro, Narator.co — Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Lokongbanua resmi kembali beroperasi melayani masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Selasa, 26 Mei 2026, setelah menjalani perawatan dok tahunan selama lebih dari satu bulan di Bitung.
Jika kondisi cuaca memungkinkan, kapal tersebut dijadwalkan kembali berlayar menuju Sitaro pada hari yang sama.
Kembalinya kapal yang menjadi salah satu urat nadi transportasi laut masyarakat kepulauan itu sekaligus menandai awal kerja Direktur baru PD Pelayaran Sitaro, Lucky Mulalinda.
Di tengah seremoni pengoperasian kembali kapal, Lucky justru memilih tidak banyak tampil di depan publik. Pengoperasian KMP Lokongbanua diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. G. Mewengkang, S.Th., sebagai bentuk syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan perusahaan daerah tersebut.
Tidak terlihat pidato panjang ataupun seremoni berlebihan. Lucky lebih banyak berdiri di sisi dermaga, berbincang dengan nahkoda dan anak buah kapal (ABK) sebelum pelayaran dimulai.
“Jangan foto saya banyak-banyak, nanti orang bilang saya pencitraan. Yang penting kapalnya jalan, masyarakat bisa naik lagi,” ujar Lucky, Selasa (26/06).
Sikap sederhana itu kontras dengan tantangan yang sedang dihadapinya. Lucky diketahui baru beberapa pekan menjabat sebagai Direktur PD Pelayaran Sitaro dan langsung dihadapkan pada sejumlah persoalan operasional yang tertunda dari manajemen sebelumnya.
Di internal perusahaan, pendekatan Lucky mulai dirasakan berbeda. Ia disebut lebih terbuka dan cair dalam berkomunikasi dengan para pekerja lapangan. Bahkan, sebelum kapal kembali beroperasi, ia turut memeriksa ruang mesin dan kabin penumpang.
“Beliau enak diajak ngobrol, gak kaku. Muda gaya bicaranya, ngerti juga kondisi kami di lapangan,” ujar salah satu ABK KMP Lokongbanua yang enggan disebut namanya.
Lucky mengatakan dirinya memilih pendekatan komunikasi yang terbuka untuk memulihkan kondisi perusahaan pasca masa sulit yang dialami PD Pelayaran Sitaro.
“Saya tidak ingin duduk di kursi enak sementara kapal tidak jalan. Saya turun, dengar keluhan, cari solusi bareng-bareng. Itu cara saya,” katanya.
Sebelum kembali melayani masyarakat, KMP Lokongbanua menjalani proses docking di PT L&C Dock Yard Ltd, Bitung, sejak pertengahan Maret 2026.
Perawatan berlangsung lebih lama dari target awal karena besarnya volume pekerjaan dan faktor usia kapal yang sudah tidak muda lagi.
Menurut Lucky, tambahan waktu pengerjaan diminta pihak pelaksana demi memastikan seluruh aspek teknis kapal berada dalam kondisi aman sebelum kembali berlayar.
Proses tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Pelaksana Tugas Bupati Kepulauan Sitaro, Hironimus Makainas. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat akibat lamanya kapal tidak beroperasi, Lucky menegaskan bahwa seluruh proses perbaikan dilakukan demi keselamatan penumpang.
“Saya tahu masyarakat menunggu. Tapi saya tidak mau ambil risiko. Lebih baik molor sedikit daripada nanti kecelakaan di laut,” ujarnya.
Bagi masyarakat kepulauan, keberadaan KMP Lokongbanua memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi antarwilayah. Karena itu, beroperasinya kembali kapal tersebut disambut sebagai kabar baik. Lucky berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas transportasi laut itu sebagai aset bersama milik daerah.
“Saya cuma titip pesan: rawat kapal ini seperti milik kita bersama. Bukan saya atau PD. Pelayaran yang punya, tapi rakyat Sitaro yang punya,” katanya.
Di tengah upaya membenahi manajemen perusahaan daerah tersebut, Lucky mengaku ingin fokus memulihkan operasional dan mendorong perkembangan PD Pelayaran Sitaro ke depan.
“Saya hanya bagian kecil dari proses besar. Kalau daerah ini maju, saya sudah senang,” tutup Lucky sebelum kembali ke ruang kerjanya. (Boni)



