Narator.co — Kota Manado dipastikan absen pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tahun 2026.
Absennya Kota Manado jadi sorotan luas karena selama ini, utusan Kota Manado menjadi yang paling sering lolos seleksi FLS3N provinsi dan mewakili Provinsi Sulawesi Utara di tingkat nasional.
Bahkan, banyak prestasi yang telah diraih, diantaranya, selalu masuk dalam kategori penyaji terbaik dan arranger terbaik.
Prestasi tersebut setara dengan medali emas dan perak yang selalu dibanggakan bidang akademik, seperti olimpiade matematika, fisika dan lainnya.
Hanya saja, bidang seni memang tidak dapat perhatian yang sama dengan bidang akademik, di mana akademik masih dianggap penting, sementara seni hanya sekadar hiburan.
Ketidakikutsertaan Kota Manado dalam 2 ajang prestisius itu dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Peter Bart Assa.
“Mohon maaf sekali pelaksanaan Olimpiade O2SN dan FLS3N tingkat Kota Manado pada tahun ini belum dapat dilaksanakan. Hal tersebut mempertimbangkan padatnya agenda prioritas pendidikan yang sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan terkonsentrasi pada periode Februari sampai Mei 2026,” ujar Bart Assa akhir Mei lalu.
Salah satu sekolah yang menjadi korban dari kebijakan tersebut yaitu SMP Negeri 3 Manado, di mana Tim Kesenian Musik Tradisi sekolah ini telah berlatih hampir setahun lamanya.
Diketahui, SMP Negeri 3 Manado memang dikenal dengan tim kesenian yang aktif berlatih secara rutin.
Paling kurang 3 kali dalam seminggu, saat jam pelajaran usai, anggota tim kesenian tidak langsung pulang, tapi mereka lanjut latihan sampai hampir malam.
Latihan intens untuk persiapan FLS3N itu terus berlangsung sampai latihan dilaksanakan hampir setiap hari.
Dengan perjuangan, pengorbanan dan semua yang diberikan, tidak dilaksanakannya seleksi FLS3N di Manado tentu menjadi pukulan besar bagi tim kesenian, dari guru, pelatih, terutama pada siswa.
Tradisi juara yang selama ini berusaha dipertahankan pun tidak bisa diperjuangkan.
Kekecewaan pun sempat diungkapkan salah satu siswa kepada tim Narator.co, Kamis (11/6/2026).
“Iya (kecewa), ka. Torang so siap padahal (Padahal kami sudah siap),” ujar salah satu siswa tersebut.
Mengobati kekecewaan, Tim Kesenian SMP Negeri 3, khususnya Tim Musik Tradisi pun akhirnya memutuskan untuk menggunakan kemampuan yang telah dilatih selama ini untuk tampil memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-44 Gbl. Jimmy Harlen Oroh STh dan HUT ke-71 KGPM Sidang Hosana Tikala Kumaraka pada Kamis (11/6/2026).
Penampilan Tim Musik Tradisi pun disambut meriah oleh jemaat dan undangan yang hadir karena menampilkan garapan musik dengan tema gotong royong, sejalan dengan perjalanan sidang Hosana yang bisa sampai pada usia 71 tahun karena kebersamaan dari seluruh warga gereja.
Sambutan hangat itu pun, kata pelatih Tim Kesenian Delfison Pertama, menjadi penghibur bagi keluarga besar tim kesenian.
“Tidak semua anak itu punya minat bakat di akademik, ada yang seperti anak-anak kami ini, bakatnya di seni. Itu tidak memalukan! Anak yang tidak jago matematika bukan berarti bodoh. Jangan paksa ikan untuk terbang. Kami harap, para pemangku kepentingan akan mulai menghargai seni sebagai bagian dari proses pembelajaran, pembentukan karakter anak dan langkah penting untuk mengejar masa depan yang lebih baik,” kata pelatih.
Pihak tim kesenian pun menyampaikan terima kasih kepada pimpinan terutama panitia HUT yang telah memberi kesempatan, menyambut dengan hangat dan mengapresiasi penampilan Tim Musik Tradisi SMP Negeri 3 Manado. (*)



